Kali
ini kita bicara tentang Kanban, walaupun Kanban sangat dikenal dalam Operasional,
tapi dalam HR kita bisa mengimplementasikannya untuk Problem Solving. Banyak
sekali metode atau konsep-konsep yang biasa diterapkan di luar HR yang bisa
menjadi Problem Solving sebenarnya juga
bisa diterapkan pada HR / HC yakni contohnya metode Kanban.
Kanban
merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang artinya adalah Papan Visual yang
pada awalnya dikembangkan sebagai metode untuk memberikan sinyal pada
persediaan bahan-bahan produksi di sistem Inventory Just in Time (Sistem
Persediaan yang Tepat Waktu). Dengan menerapkan Metode Kanban ini, bahan-bahan
produksi dipasok dan tiba pada waktunya sesuai dengan jumlah yang
dibutuhkan sehingga dapat mengurangi biaya penanganan dan penyimpanan.
Menurut
pencetusnya, Taiichi Ohno, kanban
merupakan salah satu cara untuk mencatat JIT (Sistem Persediaan yang Tepat
Waktu). Kanban bukanlah sistem pengontrol persediaan, namun merupakan sistem
pengaturan yang membantu menentukan apa, kapan, dan berapa banyak sebuah produk
harus dibuat.
Baru-baru
ini saya menghandle Project Management di salah satu Kementerian di Indonesia, dan mengkoordinir
tim Kegiatan Project Management tersebut dimana tidak ada hubungannya dengan HR
sama sekali. Tapi karena saya sudah menerapkan Kanban untuk salah satu proses pada
fungsi HR, maka untuk mengimplementasikan Kanban pada Kementerian tersebut
untuk mendukung Project Managemennya maka bisa dilakukan dengan terarah.
Contoh
salah satu proses dalam fungsi HR yang saya gunakan mengimplementasi Kanban
adalah Pembuatan SOP di HR.
Untuk
membuat dan menerapkan metode Problem Solving Kanban diperlukan beberapa
tahapan-tahapan sbb :
1. Analisa dan review proses yang dipiilih untuk mengimplementasikan Kanban
,contoh misalnya proses yang dipilih untuk mengmplementasikan Kanban adalah proses
yang sepertinya bisa / akan mengalami keterlambatan atau sudah ada proses yang
terbiasa mengalami keterlambatan dalam menghasilkan Output
Agar tidak menghabiskan waktu, dikarenakan mengimplementasikan
kanban sangat perlu waktu dan pemikiran dalam menetapkan alur kerja maupun penetapan
bagian atau sub bagian yang ditetapkan menjadi alur. Jadi pilihlan proses –proses
yang harus didampingi dari awal mentah menjadi hasil, misalnya memilih
proses-proses yang penting atau proses yang sepertinya bisa / akan mengalami
keterlambatan atau sudah ada proses yang terbiasa mengalami keterlambatan dalam
menghasilkan Output atau proses yang penting dikarenakan adanya penggunaan uang
yang besar. Jangan memilih proses perkerjaan yang tidak terlalu penting untuk
menggunakan Kanban, karena dikhawatirkan bukan efektif malah semakin ruwet
dikarenakan penetapan alur atau penetepan bagian / sub bagian yang memakan
waktu, jadi justru akan memakan waktu, tidak meyelesaikan proses tersebut
dengan cepat.
2. Memvisuaslisasikan / menggambarkan Papan Kanban beserta komponennya :
Gambarkanlah atau visualisasikan Kanban tersebut seperti
Papan karena sebenarnya Kanban adalah berbentuk Papan, yaitu Papan Kanban. Tapi
bukan berarti Papan Kanban harus berupa papan tulis yang besar, tapi bisa
berarti papan tersebut dikonversi menjadi kecil ke dalam buku atau kertas atau
worksheet atau bisa juga ke sistem aplikasi, dikarenakan banyak sekarang yang
menjual papan kanban di sistem aplikasi, diluar negeri sudah banyak yang
menjualnya melalui web mereka masing-masing, yang intinya adalah metode itu
adalah Papan Kanban.
Maksud dari
memvisualisasikan atau menggambarkan adalah buatlah di media kosong apapun
misalnya seperti disebut sebelumnya, apakah di buku atau di worksheet pada
laptop / pc anda, atau ke slide presentasi anda, dll.
3. Membuat pembagian kolom-kolom pada Papan Kanban untuk perlakuan status
pada sub – sub aktivitas yang dijalankan :
Didalam papan kanban tersebut buatlah pembagian
kolom-kolom yang intinya membatasi antara perlakuan status pada sub-sub aktivitas,
yang pada intinya mewakili keterangan perlakuan pada sub-sub aktivitas tersebut
misalnya yaitu = List – Do – Done,
berarti ada sub aktivitas yang ada di List ( masih ada di List / belum
dikerjakan ) , ada sub aktivitas yang
ada di kolom Do ( sedang dijalankan ) dan ada sub aktivitas ada di Done,
berarti sub aktivitas yang ada di kolom Done ( sub aktivitas sudah selesai dikerjakan dan menghasilkan output ).
Disini anda
bisa menambahkan atau bisa membuat variasi yang menurut anda bisa paling cocok
menggambarkan perlakuan pada sub-sub aktivitas dalam mengatasi proses di tempat
anda. Misalnya pada proses yang saya akan jalankan dan saya kawal adalah = Lis –
Plan – To Do – In Progress – Analyz – Review – Save. Mengapa saya membuat
perlakuannya seperti itu, dikarenakan ada beberapa sub aktivitas yang perlu
mendapatkan perhatian khusus dari Koordinator tim bahkan sampai dengan Puncak
tim atau Pihak terkait yang berhubungan dengan proses yang posisinya diluar Tim.
4. Membuat Kartu Kanban dan kegunannnya
Untuk mewakili dimasing-masing sub aktivitas,
pergunakanlah Kartu Kanban, Kartu kanban merupakan komponen kunci dari
implementasi kanban yang digunakan sebagai sinyal kebutuhan yang harus
diperhatikan pada sub aktivitas tersebut. Kartu kanban dalam
implementasinya tidak selalu berbentuk kartu, melainkan bisa berbentuk wadah, lampu,
atau bahkan sinyal komputer atau aplikasi. Disini saya menggambarkan Kartu
Kanban dengan diwakili dari warna pada kolom-kolom di Kanban, sehingga disaat
sub aktivitas memasuki kolom-kolom pada kanban yang membutuhkan pendampingan
oleh level atasan maka akan terlihat dan fungsi atasan akan turun untuk
mendampingi dan menganalisa penyebab keterlambatan pada sub aktivitas tersebut.
5. Menetapkan PIC untuk satu sub aktivitas
Tetapkan untuk masing-masing satu sub
aktivitas ditangani oleh satu PIC, atau satu PIC bisa mengerjakan beberapa sub
aktivitas tapi didalam pengerjaan satu sub aktivitas didantara beberapa sub
aktivitas tersebut tidak boleh ditangani juga oleh PIC yang lain. Jangan
membuat satu aktivitas bisa dikerjakan oleh lebih dari satu pic, dikarenakan
jika ada satu sub aktivitas dikerjakan oleh lebih dari satu PIC maka disaat
pengerjaannya akan menjadi tidak fokus bahkan tidak selesai-selesai.
Disaat
memasuk kolom di papan kanban yang membutuhkan peranan pimpinan untuk ikut
serta mengawal satu sub aktivitas, misalnya dalam Papan Kanban saya adalah pada
kolom In Progress, Analyz dan Revew.
Pada
tahapan ini, kita dapat tahu PIC mana yang sedang tidak mengerjakan sub
aktivitas, sehingga harus mengambil sub aktvitas dan mengerjakannya. Atau PIC
yang sedang sibuk masih melakukan sub aktivitas yang masuk di kolom In Progres
yang membutuhkan perhatian dari leader.
6. Menetapkan lead time
Tetapkanlah lead time, agar sub-sub aktivitas dapat
terpantau perkiraan mengalami problem dikarenakan apa, karena walaupun ada
kolom-kolom perlakuan statu sub-sub aktivitas, kita tidak boleh mengandalkan
juga. Hal ini untuk mengatasi jika PIC lupa dalam melakukan sub aktivitas atau
PIC lupa dalam meletakkan Katu Kanban posisinya di kolom mana atau PIC terlambat
dalam meletakkan Katu Kanban posisinya di kolom yang seharusnya diletakkan,
7. Monitoring Papan Kanban dengan konsisten dan konsekuen
Jika anda adalah leader pada Tim yang menjalankan
Kanban ini, anda sebaiknya harus memonitoring Kanban ini. Buatlah periode
harian atau 2 harian dalam memantau Kanban. Sesekali pertanyakan ada permasalah
di sub aktivitas mana. Jika ada sub aktivitas yang harus anda dampingi, anda
harus hadir dan mendampingi, dengan target jangan sampai ada keterlambatan
dalam mencapai / mendapatkan hasil ( semua sub aktivitas harus cepat atau
sesuai waktu di kolom Done atau Save )
Jika anda
adalah PIC atau aggota tim kanban, anda harus jujur dalam memberikan perlakuan
sub aktivitas, karena jika anda tidak jujur maka kemungkinan adanya sub
aktivitas yang tidak mencapai / selesai bisa
terjadi.
Disinilah
peran dari semua anggota harus konsisten dan konsekuen dalam
mengimplementasikan suatu proses ke metode Kanban.
Demikian
pengertian atau pemahaman Kanban sebagai Problem Solving, dan tahapan-tahapan
agar Kanban bisa membantu anda dalam mengatasi permasalahan yang ada pada
pekerjaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar